Ada apa dengan pemilik luka? Lukanya tidak berdarah, tetapi mengapa terasa sengsara? Apakah begitu menyakitkan hingga memilih berputus asa?
Mari kita selami luka. Kita lihat ada apa sebenarnya yang selalu memancing diri untuk mengadu derita, serta menumpahkan segala keluh dan kesah. Hingga menciptakan lelah walau hanya sekedar berbicara. Tak ada yang mengerti sampai membuatnya tertawa. Duhai…